Sunday, September 23, 2012

Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah & Bansos APBD Propinsi Jawa Tengah


Tahun 2013 akan diselenggarakan Pilkada Jawa Tengah. Yang perlu dicermati adalah membengkaknya dana bantuan sosial dan hibah Provinsi Jateng tahun 2012 ini, satu tahun menjelang Pilkada 2013. Bisa jadi modus seperti yang Foke jalankan akan kembali terulang di Jawa Tengah.. jadi..setelah DKI Jakarta, tahun depan giliran Jawa Tengah.
Alokasi dana hibah APBD Jateng 2012 terbesar di Indonesia, mencapai Rp 3,245 T. ICW sedang melakukan investigasi untuk dilaporkan ke KPK. APBD 2012 DKI Jakarta saja hanya menganggarkan Rp 1,367 triliun untuk dana hibah. Jawa Timur Rp 1,03 triliun dan Jawa Barat Rp 170 miliar.
Dana hibah dan bantuan sosial (bansos) ditengarai lebih banyak dimanfaatkan untuk dana taktis para elite politik menjelang Pilkada. Salah satu manipulasi dan korupsi dana hibah adalah dg membuat lembaga dengan alamat palsu, atau satu alamat untuk dua lembaga. Juga dengan menghibahkan dana besar untuk satu organisasi kemudian dipotong atau dibagi-bagi untuk beberapa pihak yg berkaitan dg cagub.

Wednesday, September 5, 2012

Skandal Manipulasi Divestasi Saham PT. KPC Oleh Bakrie Group


Pagi-pagi enaknya makan bakery, sambil minum kopi, apalagi diselingi gosip tentang Bakrie,  ini cerita lama tapi tetap dinanti.
Ingat PT Kaltim Prima Coal (KPC)? ini adalah perusahaan pengeruk batubara terbesar di Asia yang beroperasi di Sengata Kabupaten Kutai Timur. Banyak sekali skandal menerpa KPC termasuk skandal pajak, skandal pembelian oleh Bakrie dan skandal divestasi sahamnya. Saya membatasi pada dugaan korupsi di proses divestasi 51 persen saham, juga transfer pricing alias manipulasi harga penjualan.
KPC awalnya dioperasionalkan oleh kongsi dua raksasa tambang internasional, British Petroleum dan Rio Tinto. Tahun 1982, dokumen perjanjian diteken. Pemerintah pusat dan PT KPC memulai sejarah dimulainya pertambangan terbesar di Asia, yaitu ada di Sengata. Meskipun PT KPC sudah punya izin tahun 1982, PT KPC baru resmi dinyatakan eksploitasi pada 1992 atau sepuluh tahun kemudian. Di dalam perjanjian kontrak karya dengan Pemerintah ada soal divestasi saham yang wajib dilakukan setelah 4 tahun perusahaan menambang. Jadi menurut perjanjian, pada tahun 1996 PT KPC wajib menjual sahamnya secara bertahap kepada pemerintah Indonesia atau pihak Indonesia.

Sunday, September 2, 2012

Kilas Balik Kasus - Kasus Besar Yang Tak Terpecahkan & Tertangani


Catatan ini diambil dari 

Kilas Balik Kasus - Kasus Besar Yang Tak Terpecahkan & Tertangani by @STNatanegara pada link http://chirpstory.com/li/18657


Di benak saya terlintas tanda tanya besar terkait beberapa peristiwa besar yang tak terpecahkan dan belum tuntas penanganannya. Bila benang kusut peristiwa2 besar tersebut saya coba urai dan kait2 kan, sepertinya mulai terhubung oleh seutas benang merah ...
Dari sederet kasus/peristiwa yang belum juga terselesaikan hingga kini, sebagian dari kasus itu bertalian satu dengan yang lainnya. Berturut-turut adalah Antasari Ashar, Bibit -Chandra, Susno Duadji, dan Miranda Swaray Goeltom-Nunun Nurbaeti, Gayus Tambunan, Nazarudin.
Skandal Bank Century misalnya, mungkin saja punya pertalian dengan kasus-kasus Antasari Azhar, Bibit-Chandra dan Susno Duadji. Kasus pembunuhan Munir, kasus manipulasi suara dalam pemilihan umum 2009, maupun kasus rekening gendut Perwira Polri juga mungkin berkaitan serta beberapa kasus yang sedikit lebih ‘kecil’ yang melibatkan nama Artalita Suryani, Anggodo-Anggoro Widjojo, Aulia Pohan dan lainnya.
Tidak semua kasus punya keterkaitan langsung, namun setidaknya setiap kasus yang saya sebutkan terangkai oleh seutas benang merah. Benang merah itu dihubungkan oleh keterlibatan nama-nama besar dalam konteks kekuasaan yg memiliki peran layaknya sutradara dibelakang layar. Adanya kekuatan dalam kekuasaan membuat kasus2 itu lalu memiliki kesamaan lain, yakni sama2 sangat sulit terungkap untuk mendapat penuntasan. Kesamaan lainnya adlh dalam penanganan kasus2 tsbt menggunakan pola ‘main pinggir’, sehingga hanya pelaku2 pinggiran yang menjadi tumbal. Tokoh2 sentral sejauh ini aman dan terlindungi, mereka yang mengendalikan semua permainan untuk dan atas kepentingan sang titik sentral.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...