Sunday, August 5, 2012

Catatan Harian STNatanegara Bagian IV


Catatan ini diambil dari Catatan Harian Whistle Blower by @STNatanegara pada link http://chirpstory.com/li/15283

Jikalau ada yg ngaku anggota B*N, buat meyakinkan anda dan kerabat anda, ajak ke kantor polisi... biar dikarungin..
Kalau ada yang udah membuat ghost profile di dunia maya, you've better stick with that, AND never ever make even a smallest mistake.
Biasanya, yg bersuara dan berkoar di dunia maya. bungkam di dunia nyata, merasa anonymous sehingga merasa aman..
Bukan cm udah di kantongin namanya aja, wajah dan alamat rumah,kantor, tempat nongkrong juga udah di filekan....
Dok korup Burung Biru bernti di meja org2 yg disebut Nazar, krn ES pake pengacara arahan 'orang itu' buat kasus2nya.. oh burung nyanyikanlah.
Orang Indonesia saat ini sudah banyak yang jadi paranormal... bisa menebak apa apa yang belum terjadi. Bedanya paranormal sama analis. Biar berbekal data2 intelijen, pengambil keputusan tetap main feeling jg kadang utk membaca masa depan. Bedanya analisa dan paranormal adalah dasar pemikirannya. Kalau cuma asal nebak dan spekulasi namanya bukan analisa.


PT Taspen (Persero), valuasi yang dilakukan oleh appraisal atas saham yg dimiliki PT Taspen pada PT Pasaraya Toserjaya dinilai jauh dibawah nilai investasi awal PT Taspen (Persero) Tahun 1991 senilai Rp88,80 M. Kasus tersebut disebabkan Direksi PT Taspen (Persero) tidak tegas dan tdk konsisten dlm melaksanakan klausul dan mengakui keabsahan Akta No.52,53 &54 sbg dasar utk mencatat jual beli PT Pasaraya Toserjaya.
PT Taspen, pelaksanaan Program THT peserta PT Telkom dkt sesuai dengan perjanjian sehingga berpotensi merugikan PT Taspen senilai Rp16,75 M. Kasus tersebut disebabkan Direksi PT Taspen (Persero) tdk mengatur secara jelas mengenai hak dan kewajiban masing2 pihak terutama tentang kenaikan gaji dalam instansi peserta yang melebihi tingkat skala gaji yang digunakan oleh PT Taspen (Persero).
PT Taspen, pengendalian pengelolaan utang manfaat pensiun tdk memadai shg terdapat saldo utang manfaat pensiun yg belm disetor ke kas negara senilai Rp4,29 miliar. Kasus tersebut disebabkan Direksi PT Taspen tidak cermat memperhatikan sistem pengendalian intern.

Foke dlm kampanye sellu mengtkan bhw dia sukses mennjkkan integritas luar biasa dlm pmbngunan Jkt lewat fakta bhw dia sdh 30th membnahi Jkt. Tiga puluh tahun itu rentang waktu, bukan ukuran sukses. Selama menjadi wakil Bang Yos dia praktis tenggelam di balik bayangan bosnya. Perannya tak terasa. Suaranya tak terdengar slm masa itu, “ada tp tiada” krn publik tahu di Balai Kota itu hanya sang bos yg dikenal orang.
Kika ukurannya waktu ibarat "Onta sudah beribu-ribu tahun di Mekkah dan Madinah, tapi tak seekor pun yang menjadi haji". Lima tahun belakangan ini Fauzi menjadi gubernur, tapi hampir tidak “bunyi” sama sekali. dia tdk "take the lead" dalam arti yang sebenarnya. Foke sesumbar jika selama dia memimpin, birokrasi di DKI Jkt tidak korup, padahal faktanya tidak demikian. mungkin Foke sdng bermimpi banyak terdengar keluhan di tempat yang berbeda-beda tentang resek-nya menangani “proyek” di DKI Jkt. karena dana yang diterima secara riil, Jauh lebih kecil dari aslinya, tapi di kuitansi tanda tangannya harus tetap “full”.
Mungkin kondisi yang serba "misteri" inilah yng mendasari Prijanto untuk melaporkan sepak terjang Foke ke KPK.
Yg diperlukan bkn gelar dan ijazah tinggi tp kompetensi teknis dan “leadership”, yg tak ada sekolahny, dan dg sendiriny jg tak ada ijazahnya. Dg ijazah LN itu, mana bukti suksesnya menata kota? yg ada di DKI saat ini smua hasil peninggalan Bang Ali & Bang Yos. Foke cm pepesan ksong. Lima tahun berlalu, apa hasilnya? Dan apa korelasi antara ijazah, dengan prestasi? toh banyak ijazah dikalahkan oleh otodidak di masa kini.
Warga DKI Jkt kini sudah mendapat pencerahan stlh terkecoh beberapa kali, memilih hanya orang rapi dan sopan, yg kerjanya tidak rapi dan tidak sopan kepada rakyat.
DKI butuh gubernur yang bekerja, gubernur sungguhan, yang mengabdi warganya, dengan hati dan tulus, bukan dengan ijazah.
Penggusuran pedagang Rawasari jd apartemen mewah, penggusuran rumah susun Pulomas jd apartemen mewah, dan kasus Mbah Priok cth sukses Foke. Foke sering menggunakan kalimat bersayap, bermetafora, terasa tinggi shg tak teraba di lapisan bawah yg menjadi penduduk mayoritas Jakarta. Sikap budaya yang cenderung berat dan elitis ini dirasa sebagai perilaku arogan. keberpihakan Foke kepada rakyat kecil jadi tidak terasa gaya kepemimpinan yang berjarak dan elitis telah membelenggu Foke untuk lebih bagus diapresiasi publik.
Memberi layanan publik yang baik diterjemahkan dengan komputerisasi tanpa mengubah mentalitas birokrasi. Hingga kini, mengurus perpanjangan KTP yang seharusnya gratis saja masih dimintai sejumlah uang. Dengan bahasa yg lebih halus, ”seikhlasnya”. Atasan membiarkan praktik yg sdh lama itu sbb dianggap sdh jatah pegawai atau petugas rendahan,
5 thn dibawah Foke DKI Jkt belum memberi pendidikan politik berkota yang baik. Tak jelas dalam berhukum. Tak berdaya untuk bertindak tegas. Kesemrawutan di Jakarta menjadi pemandangan sehari-hari yang menjengkelkan dan merugikan pengguna jalan yang taat aturan.  Jakarta belum membuat warga nyaman. Di jalan raya, seharusnya hukum jadi panglima, terlebih karena rawan kecelakaan. Makin banyak pengemudi motor dan jalan dilalui dengan melawan arus. pengemudi mobil mulai nekat meski baru untuk jarak pendek.
Tokyo juga macet dan arus kendaraan lambat pada jam-jam tertentu. namun, kemacetan Jakarta tak terprediksi, kendaraan bisa tak bergerak! Kesemrawutan tata ruang jelas terlihat. peruntukan lahan dilanggar. rusaknya daerah serapan membuat banjir dg leluasa merusak ekologi kota. Tempat usaha dibuka di mana saja, bahkan ketika perkembangan usaha itu menciptakan titik kemacetan baru. semua itu dibiarkan oleh Foke.
Intimidasi kelompok dan korps melenggang tak tersentuh hukum. Ketimpangan sosial terlalu lebar. Amat minim ruang terbuka hijau. Banjir yg selalu mengancam, tindak kriminal yg terus meningkat setiap tahunnya, lapangan kerja yg minim dan tidak sebanding dengan. Jumlah tenaga kerja, polusi udara yg parah, arus urbanisasi yg tak terbendung, penggusuran permukiman penduduk dan PKL tanpa perikemanusiaan. Sampai warga miskin, pengemis, dan gelandangan yang tak terurus dan terus bertambah. saya tidak tahu Foke sebenarnya ada dimana..
Tapi setidaknya ada momentum untuk melakukan perubahan. perubahan yg membuat Jakarta sebagai kota yg lebih beradab dan promanusia, prowarga, dan bukan semata pro gedung2 tinggi, prokapital, apalagi propenguasa saja. Jkt bukan saja milik warga Jkt, melainkan milik bangsa Indonesia.

KPK "mengalah"... barang bukti kok tdk bisa dibawa ke KPK... oalaaahhh sama korps baju coklat kok ya masih kalah...
Berani gak KPK melacak harta irjen DS? Properti dan tanahnya tak terhitung lagi di bogor, puncak, jakarta dll. sekali beli tanah bisa 5 ha.
Seperti yang saya twittkan beberapa hari lalu, sebaiknya KPK konsentrasi di 3 institusi penegak hukum saja,,, lebih efektif dan efisien..
Simulasi SIM itu kan barang murah... Kok bisa sampai bengkak segede gajah gitu harganya.. Nyari untung kok keterlaluan..
Polri membeli dari Budi seharga 77,79 juta /unt. Padahal, simulator SIM itu dibeli dari PT Inovasi Teknologi Indonesia seharga 42,8 juta/unit. Utk harga simulator mobil tak kalah besarnya. Per unitnya, dihargai 256,142 juta. Padahal, simulator itu dibeli Budi hanya 80 juta/unt. Budi menang tender pengadaan 700 simulator sepeda motor senilai Rp 54,453 miliar dan 556 simulator mobil senilai Rp 142,415 miliar.
Bohong kalau KPK tidak tau harta Irjen Djoko Susilo yang tersebar sangat banyak di jabodetabek....
Kasus ini mau diambil juga oleh Polri justru karena tidak mau meluas dan melebar ke pejabat polri lain.
KPK menggeledah ruangan seorang perwira menengah yang berkantor di Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Polri sblm Korlantas...
KPK menggeledah ruangan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pudji Hartanto Iskandar dan wakilnya Brigjen Pol Didik Purnomo...
PPATK juga harus menyiapkan data mengenai aliran dana atau transaksi Djoko Susilo yang sedang ditangani KPK.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...